KD-16

Bagian & Fungsi Pin Kaki Flyback

Buat yang berprofesi sebagai teknisi TV wajib mengetahui bagian dan fungsi pin kaki flyback karena bisa sangat membantu pekerjaan servis televisi.

Perlu diketahui flyback pada TV dan monitor untuk PC dalam hal ini yang bertype CRT memiliki kesamaan, kecuali pada monitor flyback juga dilengkapi dengan kapasitor internal yang fungsinya adalah untuk meningkatkan kualitas gambar yang dihasilkan khususnya pada saat dibutuhkan resolusi tinggi.

Tapi sebelum membahas lebih jauh sudah tahu belum pengertian flyback transformer yang biasa disingkat trafo FBT atau trafo LOPT (line output transformer)

Apa itu Flyback ?

Flyback adalah satu komponen transformator pada TV atau monitor yang fungsinya adalah untuk menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan oleh tabung CRT yang nantinya digunakan untuk menembakkan elektron di dalam tabung Tv atau monitor.

Flyback ini dipasang pada blok horizontal output yang fungsinya adalah untuk menghasilkan tegangan cukup tinggi berkisar 20kV hingga 30kV tergantung ukuran TV. Di dalam flyback sudah terdapat sebuah dioda internal yang fungsinya adalah untuk menyearahkan tegangan tinggi dari trafo karena masih berbentuk pulsa pulsa.

Selain dioda di bagian dalam flyback juga terdapat lilitan dengan jumlah lilitan tertentu dan sebuah batang ferit sebagaimana sebuah transformator.

Kebanyakan trafo FBT memiliki sekitar 10 pin atau kaki dibawahnya dan tiap kaki punya fungsi masing masing tetapi umumnya kaki kaki ini dibagi menjadi bagian primer atau input dan sekunder atau outputnya.

Nah sebelum membahas kaki flyback kita bahas dulu kabel yang ada di flyback yaitu :

  1. HV / High Voltage : Terminal ini adalah bagian Anode atau Kop yang pasti terhubung ke CRT serta menghasilkan tegangan yang sangat tinggi bisa berkisar 10kV – 30kV. Jangan sekali sekali membuka atau mengukur bagian ini walaupun TV dalam kondisi mati, terlebih lagi saat kondisi TV nyala.
  2. Kabel Screen : Kabel screen terhubung langsung ke kaki CRT yang ada di bagian belakang dan fungsi nya adalah untuk mengatur seberapa kuat cahaya terang yang ditampilkan. Kabel ini baik di FBT atau di CRT sering disebut G2.
  3. Kabel Focus : Kabel ini juga langsung terhubung ke kaki CRT (G3/G4) yang fungsinya adalah untuk mengatur fokus pada TV.

Lanjut ke bagian kaki flyback berikut ini fungsi tiap pin nya :

  1. HOT atau biasa disebut Colector yang di rangkaian terhubung dengan transistor penguat horizontal bagian kolektor. Pada saat Flyback bekerja kaki ini akan menghasilkan tegangan tinggi.
  2. Dioda Dumper, sesuai namanya pin ini terhubung ke dioda dumper dan biasanya terdapat pada TV yang memiliki rangkain EW (East West) tetapi tidak semua flyback memiliki pin ini karena kebanyakan sudah satu paket dengan transistor horizontal.
  3. B+, kaki ini terhubung ke power supply utama yang merupakan tegangan kerja untuk flyback. Jika tidak ada tegangan yang mengalir ke pin ini maka FBT tidak akan bekerja.
  4. Ground, sebagai grounding atau negatif.
  5. AFC, Automatic frequeny control yang fungsinya adalah menstabilkan frekuensi osilator horizontal
  6. ABL yaitu Automatic Brightness Limiter yang fungsinya adalah untuk mengatur dan membatasi sinar elektron yang menuju ke rangkaian RGB secara otomatis. Tegangan ABL ini sangat tinggi karena secara tidak langsung terhubung dengan kop flyback lewat komponen dioda.

Urutan diatas pada flyback tidak selalu sama, jadi jangan dijadikan acuan untuk urutan kaki nya selain itu yang dibahas diatas adalah yang wajib ada pada sirkuit sehingga mungkin saja ada pin tambahan tergantung merk dan model TV, sebagai contoh berikut ini salah satu urutan nama pin flyback pada TV Sharp Slim

*klo bisa digambar, biar membantu pemahaman kalian

Terakhir, seperti disampaikan di awal flyback adalah komponen yang bisa menghasilkan tegangan sangat tinggi sehingga sangat tidak disarankan untuk membuka bagian tudung anoda / kop flyback baik saat TV nyala atau bahkan saat TV sedang mati karena CRT bisa menyimpan tegangan sisa walaupun sudah dimatikan dalam waktu lama.

Buat kalian yang belajar service wajib untuk memperhatikan keselamatan kerja pada saat servis TV. Jika memang akan melepas flyback maka bisa dishortkan dahulu dengan sebuah kabel yang sudah diberi capit buaya dan langsung dihubungkan dengan kabel grounding di sekeliling tabung TV, kurang lebih seperti dibawah ini caranya :

#Tips Keselamatan pada saat Service TV

Pekerjaan seperti servis TV ataupun semua perangkat lainnya yang berhubugan dengan listrik tentunya tidak akan terlepas dari kemungkinan adanya kena setrum listrik yang sangat berbahaya dan fatal akibatnya. Bisa dibayangkan jika misalnya kita terkena listrik dari tudung flyback yang tegangannya bisa berkisar antara 15000 V sampai 25000 V pasti akan menimbulkan cedera.

Maka dari itu tips keselamatan saat servis TV ini sangat penting mengingat ada bagian bagian tertentu pada TV yang bisa berakibat fatal jika kita mengabaikannya, misalnya tudung katoda tadi yang semua teknisi service pasti tahu tegangannya bisa puluhan ribu Volt.

Listrik adalah sesuatu yang berbahaya dan tentunya jika kita masuk rumah sakit gara gara lalai mengabaikan keselamatan maka akan percuma uang hasil kerja kita yang mungkin tidak seberapa :(*Pastikan area kerja kita aman baik itu di bengkel markas kita atau di rumah konsumen).

Berikut ini beberapa tips yang dapat diperhatikan :

  1. Hal yang paling berbahaya mengenai listrik adalah adanya kemungkinan terkena sengatan listrik, bisa berakibat fatal jika salah satu bagian tubuh misalnya tangan terkena sengatan listrik sedangkan bagian tubuh lainnya misalnya kaki menyentuh tanah secara langsung. Maka akan sulit untuk melepaskan diri dari sengatan listrik tersebut. Perhatikan selalu untuk tidak selalu menyentuh lantai secara langsung dan perhatikan juga apakah tempat tersebut lembab. Usahakan selalu untuk bekerja di tempat yang kering
  2. Hati hati terhadap adanya kemungkinan luka bakar yang disebabkan percikan api yang termuncul ketika terjadi short circuit
  3. Jika memungkinkan lakukan pengukuran / troubleshooting ketika unit tidak terhubung ke PLN dengan kata lain unit dalam keadaan mati tapi tentu saja akan sulit menemukan kerusakan.
  4. Jika perbaikan televisi dilakukan di rumah konsumen, pastikan mendapat ruang yang cukup untuk melakukan reparasi, beri ruang yang cukup untuk antisipasi terjadinya sengatan listrik
  5. Jangan pernah meninggalkan peralatan atau kabel terbuka dengan tidak diawasi.
  6. Jika ragu untuk penggantian suatu part yang tidak sesuai apalagi tidak mengetahui spesifikasinya maka jangan dilakukan kecuali jika memang sudah mengetahui persamaan komponen / alternatifnya.

Jaga selalu keselamatan saat bekerja 🙂

Demikian materi kali ini semoga bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan kalian …

NEXT, sampai jumpa minggu depan …